8 Kesalahan Umum Saat Memilih Tempat Tidur Bayi


Tempat tidur bayi merupakan perlengkapan yang biasa dipersiapkan para orangtua sebelum menyambut kelahiran buah hati. Memilih ranjang bayi yang tepat akan mendukung kenyamanan si kecil saat tidur. Namun, orangtua tetap harus mempertimbangkan aturan memilih ranjang bayi yang baik. 

Jangan sampai Anda salah pilih hingga mengorbankan keselamatan dan kenyamanan sang buah hati tercinta. Kesalahan yang sering dilakukan orang tua dalam memilih tempat tidur berikut wajib Anda ketahui. 

1. Menggunakan ranjang turun temurun
Penggunaan ranjang bayi memang hanya sementara sebab bayi yang semakin besar tidak akan menggunakan ranjang yang sama. Kebiasaan orangtua adalah menggunakan jenis ranjang bayi turun temurun entah milik sang kakak sebelumnya atau saudara tanpa memperhatikan ketahanan dan kekokohan ranjang.

Tak ada salahnya menggunakan ranjang secara turun temurun asal Anda mengecek keamanan dan kekokohan ranjang terlebih dahulu, ya! Sebaiknya gunakan ranjang bayi hingga dua generasi saja.

2. Melupakan faktor keamanan
Orangtua yang baru saja memiliki bayi biasanya akan memilih perlengkapan yang lucu dan menggemaskan. Jangan sampai Anda tergiur dengan desain ranjang bayi lucu tetapi mengabaikan faktor keamanan. Pilih jenis ranjang yang memiliki jarak atau bilah kayu satu dengan yang lain tidak terlalu lebar. Hal ini meminimalisir risiko bayi terjepit atau bisa melewati celah tersebut.

3. Memilih material besi
Tahukah Anda bahwa material besi tidak disarankan untuk tempat tidur bayi? Pasalnya, bahan logam berupa besi bisa saja berkarat. Besi berkarat bisa saja memberikan dampak negatif bagi kesehatan buah hati mengingat kulit bayi masih begitu sensitif.

4. Menggunakan tempat tidur tanpa pintu
Ranjang tidur tanpa ointu atau menggunakan pintu dorong sangat tidak direkomendasikan. Bila bayi sudah bisa merangkak sangat rentan mengalami kecelakaan seperti terjatuh dari ranjang. Sebaiknya pilih model ranjang yang dilengkapi pintu atau kunci pengaman ganda.

5. Memilih tempat tidur berukuran luas
Ukuran ranjang yang terlalu sempit bisa membuat bayi mudah stress. Tetapi, boks bayi yang berukuran terlalu besar juga tidak disarankan sama seperti ranjang yang terlalu sempit. Sebaiknya Anda memberikan ukuran ranjang yang sesuai dengan bobot bayi ya!

6. Keranjang yang terlalu rendah
Anda mungkin bisa lebih mudah melakukan aktivitas seperti mengganti popok si kecil, memberikan ASI atau menggendong si kecil yang berada di ranjang agak rendah. Namun, sebaiknya pilih ranjang dengan pembatas lebih tinggi untuk meminimalisir bayi bisa melompat keluar saat bayi sudah bisa merangkak.

7. Abai terhadap ketebalan kasur
Kasur atau matras yang direkomendasikan untuk bayi adalah 15-17 sentimeter. Sebaiknya pilih desain ranjang yang bisa diganti kasur seiring perkembangan usia sang anak. Bayi yang semakin besar cenderung bergerak aktif seperti merangkak dan melompat sehingga rentan terjatuh jika ukuran kasur terlalu tebal.

8. Memilih kasur yang empuk
Jangan salah persepsi bahwa matras atau kasur yang terlalu lembut bisa memberikan kenyamanan ekstra untuk bayi. Pasalnya, kasur terlalu lembut berpotensi menyebabkan sindrom bayi meninggal mendadak. Tekstur yang terlalu lembut bisa saja berpotensi menutupi wajah si kecil hingga mengganggu pernapasan mereka.

Pilih jenis matras khusus bayi yang lebih kokoh dan agak keras. Matras yang baik bisa menopang punggung belakang si kecil termasuk tidak memiliki celah antara kasur dengan pagar pembatas ranjang. 

Beberapa kesalahan orangtua memilih tempat tidur bayi di atas bisa Anda jadikan bahan referensi terbaik. Anda bisa mencegah hal yang tidak diinginkan dari daftar kesalahan memilih ranjang ya! Yuk, perhatikan perlengkapan si kecil mulai sekarang dengan mengaplikasikan pemilihan ranjang tidur terbaik!


EmoticonEmoticon