Kerjasama RI dan Korsel di Bidang Kelautan Matamatapolitik.com


Adolesensi - Belum lama ini Indonesia dan Korea Selatan menjadi berita terbaru hari ini diseluruh dunia, pasalnya kedua negara yang sudah lama bersahabat ini akan kembali melakukan sebuah perjanjian kerjasama yang mana dipelopori oleh Indonesia mengajak Korea Selatan untuk meningkatkan kerja samanya dalam sektor kelautan. Dimana pada saat ini sudah terdapat banyak faktor yang menjadi tantangan yang wajib diketahui oleh berbagai pihak pada sektor ini. Akan tetapi pada saat ini ada media online yang membahas tentang berita - berita terkini di indonesia maupun internasional yaitu di media online matamatapolitik.com. Matamatapolitik.com adalah perintis media online di indonesia yang menyajikan berbagai referensi berita dari berbagai media internasional yang bermakna, aktual, dan terkini untuk dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat. 

Pada pertemuan ke-22 Dialog ASEAN-Korea Selatan di Seoul pada hari Sabtu tanggal 23 Juni 2018 lalu, Jose Tavares selaku Direktur Jenderal Kerja sama ASEAN Kementrian Luar Negeri mengatakan bahwa rusaknya lingkungan laut dan over fishing adalah tantangan utama kelatan dunia yang saat ini sangat perlu adanya tindakan melalui kerja sama antarbangsa.

Ditambah lagi menurut Jose, kerja sama ini harus dilakukan oleh negara-negara anggota ASEAN dan Korea Selatan perlu karena melalui mekanisme yang dipimpin ASEAN ini sangat penting untuk memastikan kerja sama sektor kelautan dapat menjamin keberlanjutan dan masa depan dapat menjadi  lebih baik lagi daripada masa-masa sebelumnya.

Tidak hanya itu saja, Jose Tavares selaku Ketua Delegasi RI untuk Rapat Pejabat Tinggi ASEAN-Indonesia pun mengatakan bahwa ada beberapa komitmen dan kepemimpinan Indonesia yang khusus berkonsentrasi di bidang kelautan, salah satunya melalui usulan Pernyataan Pemimpin Negara Peserta East Asia Summit (EAS) tentang Rencana Aksi Regional untuk Memberantas Limbah Plastik di Laut, pada November 2018.

Beberapa alasan yang harus kamu ketahui dari kebijakan yang menjadi alasan diadakannya rapat internasional ini tidak lain dan bukan adalah berporos pada tiga isu utama diantaranya manusia, kesejahteraan, dan perdamaian. Dengan demikian peningkatan hubungan ekonomi dan budaya, serta semakin terikatnya stabilitas di Asia Tenggara dan Asia Timur pun menjadi salah satu alasan pembentukan kebijakan yang digagas langsung oleh Presiden Korea Selatan yakni Moon Jae-in.

Sebagai tamu utama, Indonesia dalam pertemuan tersebut juga menyatakan menyambut baik atas antusiasme warga Korsel dalam mengunjungi dan melaksanakan aktivitas budaya di ASEAN Culture House (ACH)) yang telah diresmikan pada September 2017 tahun lalu. 

Sebagai penutup pun berita terbaru hari ini diseluruh dunia menyatakan rasa bangganya karena ACH yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memberikan tempat bagi Kedutaan negara anggota ASEAN di Korsel dan perwakilan budaya ASEAN untuk menampilkan kebudayaan ASEAN. Dan terakhir Indonesia pun menyampaikan komitmennya pada ASEAN untuk ikut memelihara dan mengembangkan koleksi ACH ke masa yang akan datang.


EmoticonEmoticon