Tips Memilih Bayi Kucing

Adolesensi - Kucing merupakan salah satu hewan piaraan yang paling diminati. Kelucuannya seringkali menarik para cat lovers untuk mengadopsi dan merawatnya. Tidak jarang para cat lovers memberikan perlakuan yang paling istimewa kepada kucing kesayangannya. Dan bukanlah suatu masalah jika harus merogoh kocek cukup dalam untuk perawatan kucing.

Saat ini banyak sekali peternak kucing bermunculan dimana-mana. Ini akan memudahkan anda untuk mendapatkan kucing yang sesuai dengan selera anda. Dalam memilih kucing sebaiknya jangan sembarangan dan harus teliti. Karena tentunya sebagai adopter, kita selalu berharap mendapat kucing yang tidak hanya lucu dan menggemaskan tetapi juga sehat.

Memilih kucing yang masih bayi memang harus lebih teliti daripada kucing yang sudah dewasa. Anda harus mengetahui tips memilih bayi kucing sebelum memutuskan untuk mengadopsinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memilih bayi kucing yang lucu dan sehat. Berikut tips memilih bayi kucing yang sehat.



Pertama, amati ciri-ciri fisik kucing. Kucing yang sehat pasti memiliki fisik yang baik dan organ tubuh yang normal. Ada beberapa ciri-ciri fisik kucing sehat yang bisa anda perhatikan.

- Hidung lembab. Ciri–ciri hidung kucing sehat apabila hangat, dan sedikit basah. Namun jika hidung kucing terasa panas dan kering, ini menunjukkan ada masalah pada pernapasannya. Amati nafas kucing, kucing yang sehat bernafas dengan teratur, santai, dan tidak terlihat terengah–engah.

- Mata. Kucing sehat memiliki mata yang bersih, terang, dan tidak ada noda disekitar area mata. Mata kucing yang kemerah-merahan dan terus mengeluarkan air mata perlu diwaspadai, karena ini menandakan ada kesalahan di penglihatannya. Akan tetapi ada juga jenis kucing yang sering mengeluarkan air mata karena pendeknya saluran air matanya.

- Telinga bersih dan berfungsi dengan baik. Bagi anda yang akan mengadopsi kucing bayi perlu mengamati kebersihan telinga dan mencoba memeriksa pendengaran secara sederhana. Dengan cara memanggil si kucing dari berbagai sisi, apabila kucing memberi respon maka pendengeran kucing normal.

- Bulu bersih dan tidak rontok. Selain memperhatikan warna bulu yang menarik, kebersihan bulu dan kerontokannya juga harus diperhatikan. 

- Kulit mulus, tanpa luka. Periksa seluruh bagian tubuh kucing yang akan anda adopsi, karena kucing yang baik dan sehat tidak ada luka di tubuhnya.

- Gigi putih tanpa flek dan gusi berwarna pink. Kucing yang sehat memiliki gigi putih bersih dan gusinya berwarna merah muda. Apabila gusi kucing berwarna pucat kemungkinan dia kekurangan darah atau bahkan menderita sakit anemia. Mulut yang berbau juga mengindikasikan kucing sedang dalam keadaan sakit.

Kedua, periksa berat badan kucing. Sebaiknya anda memilih kucing yang memiliki berat badan normal. Seringkali para cat lovers menganggap bahwa kucing yang gemuk itu sehat. Padahal tidak selamanya benar, utamanya untuk kucing yang masih bayi. Kucing yang masih bayi yang terlalu gemuk justru lebih resistan dengan penyakit dan bisa membuat malas dan tidak aktif.

Ketiga, perhatikan aktivitasnya. Luangkan cukup waktu untuk mengamati cara kucing berjalan, makan dan juga merespon keadaan sekitar. Meski terkadang ini memerlukan waktu yang tidak sebentar, tapi hal ini penting dilakukan karena dengan mengamati aktivitasnya kita bisa melihat keganjalan pada kucing lebih awal. Selain itu juga dapat menghindari rasa penyesalan pasca mengadopsi.

Keempat, tanyakan kepada peternak mengenai data rekording kucing. Data rekording dapat membantu kita untuk mengetahui jenis kucing, data silsilah, maupun data kesehatan. Data silsilah dapat menghindarkan dari inbreeding yang dapat memberikan kerugian di kemudian hari. Sedangkan data kesehatan itu berisi data vaksin yang pernah diberikan dan penyakit yang pernah diderita. Sehingga dapat memudahkan anda untuk perawatan selanjutnya.

Memilih kucing dengan tepat akan membantu anda mendapatkan kucing yang sehat dan sesuai dengan harapan anda. Teliti terlebih dahulu sebelum anda benar-benar memutuskan untuk mengadopsi kucing pilihan anda. Disamping itu sebaiknya anda membangun hubungan baik dengan kucing sebelum anda mengadopsinya, dan buat dia merasa nyaman dengan anda. Dengan demikian resiko stress akibat perubahan suasana lingkungan bisa diminimalisir. Dan setelah itu, pelajari lebih lanjut bagaimana cara memelihara anak kucing. Sehingga kucing andabisa senantiasa sehat.

Semoga tips memilih bayi kucing diatas dapat bermanfaat bagi anda.


EmoticonEmoticon